Metamorfosis Belalang

Metamorfosis belalang adalah proses perkembangan yang terjadi pada belalang terhadap perubahan fisik atau bentuknya dari fase kelahiran sampai menjadi dewasa.

Metamorfosis belalang dalam bahasa inggris disebut dengan grasshopper’s metamorphosis.

Belalang adalah serangga herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Hewan ini memiliki antena pendek dan sayap yang jarang digunakan untuk terbang.

Pada umumnya belalang betina berukuran lebih besar dari belalang jantan.

Biasanya belalang hidup di kawasan alam terbuka seperti di padang rumput, hutan, tebing, tanah, dan bebatuan lembab berlumut.

Belalang yang hidup di padang rumput sering menjadi hama dengan menyerang ladang petani sekitar.

Tentu, jika semakin banyak populasi belalang akan sangat merugikan para petani karena banyak tanaman di ladang yang rusak.

Meskipun belalang sering menjadi hama bagi tanaman para petani dengan sifatnya yang rakus memakan daun-daun tanaman.

Hewan ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya ekosistem sawah.

Belalang menjadi predasi hama lain dan menjadi mangsa bagi para predatornya.

Klasifikasi Belalang

  • Nama ilmiah: Caelifera
  • Kingdom: Animalia
  • Kelas: Insecta
  • Filum: Arthroproda
  • Ordo: Orthoptera
  • Tingkatan takson: Subordo

Fase Metamorfosis Belalang

metamorfosis belalang
heptajayawardana.blogspot.com

Seperti gambar metamorfosis belalang di atas, belalang merupakan salah satu serangga yang mengalami metamorfosis dalam hidupnya.

Ada dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna pada hewan.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna seperti pada metamorfosis nyamuk, maka hewan tersebut akan mengalami 4 tahapan pertumbuhan.

Sama seperti metamorfosis kecoa, metamorfosis belalang juga termasuk ke dalam jenis metamorfosis tidak sempurna karena tidak mengalami fase pupa atau kepompong.

Sehingga urutan metamorfosis pada belalang terdapat 3 tahapan pertumbuhan, yaitu telur-nimfa-imago.

1. Fase Telur

telur
youtube.com

Tahap awal proses metamorfosis belalang adalah telur.

Telur dihasilkan oleh pembuahan antara sel telur belalang betina dan spermatozoa belalang jantan.

Pembuahan bisa terjadi di dedaunan, batang tanaman, dan dalam tanah.

Belalang betina dapat menghasilkan 10 sampai 300 butir telur dalam satu kali proses pembuahan.

Induk belalang akan menyatukan telur-telurnya secara pasif dan dijadikan satu dengan bahan perekat telur dari kelenjar penyerta.

Sehingga bentuk telur belalang jika dilihat dengan sekilas maka akan terlihat menyerupai sebutir beras.

Setelah mengalami proses pembuahan, belalang betina akan meletakkan telurnya di tempat yang sesuai dengan perkembangan telur seperti di dedaunan atau di dalam tanah.

Tergantung dengan kondisi daerah di sekitar tempat belalang hidup.

Pada umumnya belalang yang hidup di daerah sub tropis akan meletakkan telurnya sekitar 3 sampai 4 cm dari permukaan di bawah tanah.

Hal ini dilakukan untuk menjaga telur supaya tidak rusak saat masuk musim dingin.

Jangka waktu atau lama penetasan telur. Telur bisa menetas lebih cepat di daerah tropis jika dibandingkan dengan daerah sub tropis.

Di daerah sub tropis telur dapat mengalami masa dorman, yaitu terhambatnya perkembangan untuk sementara waktu.

Meskipun keadaan lingkungannya bersifat menunjang (air, cahaya cukup, serta suhu naik) sampai 10 bulan sebelum akhirnya menetas pada awal musim panas.

Kemudian telur tersebut akan menetas dan menjadi nimfa.

2. Fase Nimfa

nimfa
pixabay.com

Nimfa merupakan fase kedua pada metamorfosis belalang, nimfa disebut juga belalang muda.

Nimfa adalah belalang muda yang berbentuk seperti imago tetapi ukurannya lebih kecil dan ringan. Pada tahap ini, beberapa bagian organ belalang ada yang belum tumbuh seperti sayap dan alat reproduksi.

Pada umumnya,  nimfa yang baru saja menetas berwarna putih dan akan berubah warna menjadi hijau atau coklat setelah terpapar sinar matahari selama beberapa saat.

Fase nimfa pada metamorfosis belalang sendiri hanya berlangsung sekitar 25 sampai 40 hari. Saat fase ini, nimfa akan aktif makan dedaunan tanaman muda yang memiliki tekstur lembut.

Belalang muda akan mengalami fase instar atau pertumbuhan dan mengalami pergantian kulit (eksidis) yang akan mengubah bentuk dan struktur tubuh belalang.

Pergantian kulit tersebut terjadi 4 sampai 6 kali, tergantung pada jenis belalang, suhu, dan kelembaban lingkungan sekitarnya.

Proses pergantian kulit ke enam terjadi pada hari ke 30 sampai 40 hari, sayap akan terus mengalami pertumbuhan pada tubuh belalang muda sampai menjadi imago.

Pada beberapa penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa tingkat kelangsungan hidup nimfa yang bertahan sampai menjadi belalang dewasa hanya 5o%.

Banyak nimfa yang dimangsa oleh predatornya seperti kadal, tikus, dan beberapa jenis burung.

Sehingga belalang memiliki pengaruh besar pada ekosistem khususnya ekosistem sawah, yaitu dengan menjadi mangsa bagi para predator dalam rantai makanan.

3. Fase Imago

imago
pixabay.com

Imago atau belalang dewasa merupakan fase terakhir dari proses metamorfosis belalang.

Imago adalah belalang dewasa yang sudah memiliki sayap sempurna dan bisa terbang.

Proses daur hidup belalang dari penyimpanan telur sampai menjadi dewasa melewati waktu sekitar 11 sampai 12 bulan.

Saat dewasa, sistem reproduksi belalang akan matang dalam waktu 15 hari da bertahan sampai jangka waktu 30 hari.

Belalang dewasa sudah memiliki sistem reproduksi yang matang dan siap melakukan pembuahan bersama pasangannya serta menghasilkan telur-telur belalang baru.

Pada umumnya belalang melakukan reproduksi pada awal musim panas dan berakhir dengan cepat.

Belalang dewasa jauh lebih aktif dan sering berpindah tempat untuk bertahan hidup, mencari makanan, dan menghindari serangan predator.

Ciri-ciri Belalang

ciri ciri belalang
pixabay.com

Belalang memiliki ciri-ciri khusus yang mungkin tidak akan kita temui pada hewan lainnya.

1. Karakteristik  Fisik

Berdasarkan segi anatomi, biasanya belalang berwarna hijau, cokelat, atau hitam.

Belalang memiliki kaki belakang  berukuran besar untuk mempermudah saat melompat, sedangkan kaki tengah dan depan digunakan untuk berjalan dan menggenggam dedaunan.

Belalang memiliki struktur sensorik yang merespon sentuhan dan bau pada antenanya.

Sementara mata belalang berfungsi untuk merasakan intensitas cahaya dan bisa melihat dengan cakupan yang luas.

Belalang juga memiliki dua pasang sayap pada bagian depan yang ramping dan pada bagian belakang yang besar.

2. Makanan

Pada ciri-ciri ini belalang dibagi menjadi dua golongan, yaitu belalang yang termasuk dalam golongan hewan herbivora dan omnivora.

Sebagian besar populasi belalang adalah hewan herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuh-tumbuhan.

Belalang herbivora hidup pada tumbuhan inang dan memakan daun, bunga, batang, dan biji buah.

Spesies belalang lainnya adalah hewan omnivora, yaitu hewan pemakan segalanya atau pemakan tumbuhan dan daging (bahan nabati dan hewan).

Belalang ini memakan apapun yang berada di dalam tanah, seperti daun, bunga, biji buah, dan serangga yang sudah mati.

Akan tetapi, pada umumnya belalang mengkonsumsi makanan yang mengandung asam amino, gula, dan vitamin yang kompleks.

3. Reproduksi

Ukuran tubuh belalang betina lebih besar daripada belalang jantan karena ovipositornya, yaitu struktur atau alat khusus pada serangga untuk bertelur.

Saat sistem reproduksi sudah matang, belalang akan melakukan pembuahan dan bertelur.

Kemudian, belalang belalang betina akan menggali lubang di tanah menggunakan ovipositor dan meletakkan telurnya disana.

Belalang betina dapat menghasilkan 10 sampai 300 butir sekali bertelur selama masa hidupnya.

Telur yang dihasilkan oleh belalang betina memiliki bentuk, ukuran, dan jumlah telur yang berbeda beda. Hal tersebut tergantung pada jenis spesies belalang.

4. Perilaku

Pada siang hari belalang melakukan berbagai aktivitas, seperti mencari makanan.

Akan tetapi, terkadang belalang juga mencari makanan pada malam hari.

Belalang tidak memiliki sarang atau wilayah sendiri dan beberapa spesiesnya ada yang melakukan migrasi untuk mencari persediaan makanan baru.

Sebagian besar spesies belalang yang hidup secara soliter, yaitu menyendiri atau sepasang-pasang dan tidak berkelompok.

Sedangkan belalang lainnya hidup secara bersama dan berkumpul untuk kawin.

Belalang yang melakukan migrasi terkadang akan berkumpul dalam jumlah kelompok yang besar, populasinya bisa mencapai jutaan bahkan milyaran.

Belalang juga memiliki predator seperti tikus, ular, kalajengking, laba-laba, dan beberapa jenis burung.

Ketika merasa terancam, belalang akan mengeluarkan cairan berwarna cokelat dan melompat tinggi (terbang) untuk melindungi diri dan menghindar dari predatornya.

Cara lain yang digunakan belalang untuk menghindari predatornya adalah bersembunyi di antara dedaunan dan rumput.

Saat bersembunyi belalang akan melakukan kamuflase, yaitu berada di rumput atau dedaunan yang memiliki warna sama dengan tubuh belalang supaya sulit dikenali dan ditemukan predatornya.

Jenis-jenis Belalang

Belalang adalah salah satu jenis serangga yang sering kita temui. Ada beberapa jenis  belalang yang memiliki ciri-ciri dan habitatnya sendiri.

1. Belalang Kayu

belalang kayu
pixabay.com

Belalang kayu merupakan hewan herbivora berwarna coklat yang termasuk ordo Orthoptera.

Metamorfosis belalang ini hampir sama dengan proses metamorfosis belalang yang lainnya.

Ketika dewasa, belalang kayu berukuran sekitar 85 mm dan tubuhnya berwarna cokelat tua, sedangkan saat berusia muda warna tubuhnya hijau dan ada pola cokelat atau oren.

Saat musim dingin, belalang muda akan mengalami pergantian kulit dan melakukan hibernasi, yaitu beristirahat atau tidur sementara selama musim dingin terjadi.

Pergantian kulit pada belalang muda akan terus berlangsung 4 sampai 6 kali hingga tubuhnya berwarna kecokelatan dan menjadi belalang dewasa.

Belalang kayu hidup di antara semak-semak dan pepohonan dan memakan dedaunan sehingga banyak ditemui pada pohon turim ketelam jati, dan sebagainya.

Belalang kayu termasuk dalam golongan kelas famili Acrididae, yaitu belalang yang memiliki ciri khusus antena yang pendek dan alat pendengaran sebagai segmen pertama abdomen (bagian tubuh di belakang dada)

2. Belalang Sembah

belalang sembah
pixabay.com

Belalang sembah atau belalang sentadu adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea.

Dalam bahasa inggris, belalang sembah biasa disebut praying mantis karena gayanya yang sering kelihatan seperti sedang berdoa.

Kalau saya biasa menyebutnya dengan nama walang kadung atau congcorang.

Belalang sembah adalah hewan karnivora, banyak jenis hewan yang menjadi mangsa belalang sembah seperti kupu-kupu, jangkrik, lebah, ular, katak, tikus, kadal, dan burung kecil.

Ada sekitar 2.300 spesies belalang sembah yang tergolong dalam 9 famili dan tersebar di seluruh dunia.

Di Indonesia terdapat lebih dari 200 spesies belalang sembah dan yang paling dikenal adalah jenis Hierodula Vitrea.

3. Belalang Hijau

belalang hijau
pixabay.com

Belalang hijau adalah serangga yang termasuk dalam golongan ordo Orthoptera, nama latinnya yaitu Atractomorpha crenulata.

Belalang hijau memiliki ciri khusus, yaitu tubuhnya berwarna hijau dan tubuhnya terdiri dari caput, toraks, abdomen, dan sebagainya.

Belalang jenis ini menjadi hama bagi para petani karena sering memakan dedaunan di sawah.

Belalang hijau juga memiliki kemampuan polimorfisme warna tubuh, yaitu kemampuan untuk mengubah warna tubuhnya dari hijau menjadi cokelat.

Pada musim kemarau panjang, belalang ini akan berubah warna menjadi kecokelatan karena suhu lingkungan yang mulai tinggi.

Semakin panas suhu lingkungannya maka warna tubuh belalang semakin cokelat.

4. Belalang Batu

belalang batu
pixabay.com

Belalang batu adalah satu-satunya jenis belalang yang memiliki tampilan yang memukau karena warna tubuhnya didominasi oleh warna abu-abu dan terdapat bercak hitam seperti batu.

Warna tersebut menutupi seluruh tubuh belalang mulai dari mata sampai ujung sayap.

Belalang ini memiliki perpaduan warna yang sempurna sehingga membuat bentuk tubuhnya terlihat keren.

Belalang batu juga bisa berkamuflase dengan menempel di bebatuan yang berwarna sama dengan warna tubuhnya untuk menghindari dari predatornya seperti pada gambar di atas.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa belalang adalah serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Sehingga metamorfosis belalang mengalami 3 tahapan pertumbuhan, yaitu telur-nimfa-imago.

Adapun beberapa jenis belalang seperti belalang kayu, belalang sembah, belalang hijau, belalang batu, dan jenis lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai metamorfosis belalang, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kamu.

Terima kasih sudah mau berkunjung kesini.

Sekian.

Leave a Comment